Asuhan Keperawatan Cancer Buli ( askep ca. buli ) – hallonurse.com

Posted on

Sharing is caring!

contoh : asuhan keperawatan cancer buli

 

ASUHAN KEPERAWATAN CANCER BULI PADA Ny. J DI RUANG HCU RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG

 

  • Pengkajian

IDENTITAS PASIEN

NAMA                              : Ny. J

UMUR                              : 67 thn

JENIS KELAMIN          : Perempuan

SUKU                               : Sunda

AGAMA                           : Islam

PEKERJAAN                   : IRT

PENDIDIKAN                : Tdk Sekolah

ALAMAT                         : Rajeg

 

KELUHAN UTAMA : Klien mengatakan nyeri diabdomen

ALASAN MASUK RUMAH SAKIT : Klien mengatakan pada saat buang air kecil terasa nyeri dan keluar darah dan klien mengatakan kepada anaknya lalu keluarga segera membawa Ny.J ke RS .

 

  • PENGKAJIAN PRIMER
  1. AIRWAY :
  • Jalan nafas paten
  • Tidak ada sumbatan
  • Tidak ada batuk
  • Terpasang nasal kanul
  1. BRITHING
  • Nafas spontan
  • Ekspansi dada simetris
  • Suara nafas vesicular
  • RR 14x/mnt
  1. CIRCULATION
  • TD : 106/63 mmHg
  • N : 82x/mnt
  • S : 36ᵒC
  • Denyut Nadi : Kuat
  • Bunyi Jantung : SI S2 normal
  • Irama nadi : Regular
  • Capilary Refil : < 2 dtk
  • Edema : tdk ada

 

  1. DISABILITY
  • Kesabaran : CM
  • GCS : E4V5M6
  • Terpasang Infus

 

  • PENGKAJIAN SKUNDER :

Kepala :

– bentuk simetris

– rambut berwarna putih

– kualitas merata

– tidak ada bengkak

– tidak ada benjolan

Mata :

  • Bentuk simetris
  • Reaksi pupil : miosis
  • Penggunaan alat bantu : tidak ada
  • Tidak ada lessi

Hidung :

  • Bentuk simetris
  • Tidak ada secret
  • Tidak ada lesi
  • Tidak ada edema
  • Tidak ada reaksi alergi

Bibir/mulut :

  • Bentuk simetris
  • Tidak ada lesi
  • Membran mukosa lembab
  • Caries tidak ada
  • Kelengkapan gigi : tidak ada gigi
  • Tidak ada edema gusi
  • Kesulitan menelan : tidak ada

Telinga :

  • Bentuk simetris
  • Tidak ada lesi
  • Keluaran cairan tidak ada

Leher :

  • Kulit elastis
  • ROM : baik

Abdomen :

  • Bentuk simetris
  • Tidak ada massa
  • nyeri tekan : ada
  • mual/muntah : ada
  • halitosis : tidak ada

 

Musculoskeletal :

  • nyeri tidak ada
  • tidak ada deformitas
  • tonus otot

Imunologi :

  • Tidak ada riwayat alergi

Endokrin :

  • Rasa haus : tidak ada
  • Rasa lapar : tidak ada
  • Riwayat pola diet tinggi gula : ada
  • BB turun drasstis : ada

 

Nyeri/ketidaknyamanan :

  • Lokasi abdomen
  • Intensitas 1-10 ( skala 6 )
  • Frekuensi : hilang timbul
  • Kualitas : seperti ditusuk-tusuk
  • Factor pencetus : karena adanya rasa mual
  • Menkerutkan muka : ada
  • Memegang area yang sakit : ada

Keadaan umum klien :

  • Klien bedrest
  • TD : 106/63 mmHg
  • N : 82x/mnt
  • S : 36 C
  • RR : 14x/mnt

 

Nilai Laboratorium

HasilSatuanNormal
HB10,4g/dl12-16
Jumlah Leukosit6,4Ribu5-10
Hematocrit30%34-47
Jumlah Trombosit250Ribu150-450
Elektrolit & gas darah
Natrium131Mmol/L
Kalium2,73Mmol/L

 

PENGOBATAN :

  • Nufiron 2×1 gr
  • Ketorolac 3x30g k/p
  • RL
  • Diit BBDM 1700 k
  • Kgdh /2 hari

 

ANALISA DATA

DATAKEMUNGKINAN/ PENYEBAB
DS :

–          Klien mengatakan nyeri seperti ditusuk-tusuk

–          Klien mengatakan nyerinya hilang timbul

–          Klien mengatakan nyeri dirasakan 10 mnt

 

DO :

–          Klien tampak meringis

–          Klien tampak memegang area yang sakit

–          Skala nyeri 1-10 ( 6 )

–          Klien tampak gelisah

–          Klien tampak mengkerutkan muka

–          TD : 137/66 mmHg

–          N : 82x/mnt

–          RR : 20x/mnt

–          S: 36 C

 

 

Pertumbuhan sel-sel baru pada jaringan kandung kemih

 

 

Kerusakan struktur fungsional kandung kemih

 

 

Merangsang syaraf nosiseptor

 

 

Nyeri

 

 

DS :

 

 

DO :

–          Hb

–          Adanya luka post op

–          Luka tampak kemerahan

–          Luka berada di abdomen kanan bawah

–          Masih terdapat drainase

–          Leukosit 6,4 ribu/ πl

–          Post op 1 hari

Adanya luka insisi di area kandung kemih

 

Invasi bakteri

Resiko infeksi

 

contoh : asuhan keperawatan cancer buli

 

PRIORITAS MASALAH/ DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

  1. Nyeri b.d respon inflamasi kandung kemih, kerusakan jaringan pasca bedah
  2. Resiko tinggi infeksi b.d luka post op

 

  

 

PERENCANAAN KEPERAWATAN

Ruang : HCU

Dx Medis :

Nama Klien : Ny. J

 

Dx I : Nyeri b.d respon inflamasi kandung kemih kerusakan jaringan pasca bedah

Tujuan : Dalam waktu 2×24 jam nyeri dapat berkurang

Kriteria Hasil :

  • Melaporkan penghilangan nyeri maksimal/control dengan pengaruh minimal pada AKS
  • Mengikuti aturan farmakologis yang ditentukan
  • Mendemostrasikan penggunaan keterampilan relaskasi dan aktivitas huburan sesuai indikasi untuk situasi individu
INTERVENSIRASIONAL
MANDIRI :

–          Tentukan riwayat nyeri, mis : lokasi nyeri, frekuensi, durasi, dan intensitas ( skala 1-10 )

–          Evaluasi/sadari terapi tertentu mis: pembedahan, radiasi,kemoterapi,bioterapi. Ajarkan pasien / orang terdekat apa yang diharapkan.

–          Berikan tidakan kenyamanan dasar ( mis : reposisi, gosok punggung ), dan aktivitas hiburan ( mis : music, televise )

–          Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri ( mis : teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi, tertawa, music, dan sentuhan terapeutik )

–          Evaluasi penghilang nyeri/control nilai aturan pengobatan bila perlu

 

–          Kembangkan rencana manajement nyeri dengan pasien dan dokter

 

–          Beri analgesic sesuai indikasi mis : brompton’s cocktail, morfin,metadon atau campuran narkotika IV khusus.

 

–          Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi/keefektifan intervensi

–          Ketidaknyamanan rentang luas ADL umum ( mis : nyeri insisi, kulit terbakar, nyeri punggung bawah, sakit kepala ) tergantung pada prosedur yang digunakan

–          Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian

 

–          Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control

 

 

–          Tujuannya adalah control nyeri maksimal dengan pengaruh minuman pada AKS

–          Rencana terorganisasi mengembangkan kesempatan untuk control nyeri

–          Nyeri adl komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individual berbeda, saat perubahan penyakit atau pengobatan terjadi.

 

 

DX II : Resiko tinggi infeksi b.d luka pasca bedah

Tujuan : Setelah dilakukan keperawatan 2×24 jam tidak terjadi infeksi

Kriteria Hasil : – mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam intervensi untuk mencegah resiko infeksi

  • Tetap tidak demam dan mencapai pemulihan tepat pada waktunya
INTERVENSIRASIONAL
MANDIRI :

–          Tingkatkan prosedur mencuci tangan yang baik dengan staf dan pengunjung. Batasi pengunjung yang mengalami infeksi. Tempatkan pada isolasi sesuai indikasi

–          Tekankan higine personal

 

–          Pantau suhu

 

 

 

 

 

 

 

–          Kaji semua system

 

 

–          Ubah posisi dengan sering dan pertahankan linen kering dan bebas kerutan

 

–          Tingkatkan pentingnya higine oral yang baik

 

–          Tingkatkan istirahat adekuat

 

 

 

 

–          Hindari/batasi prosedur invasive. Taati teknik aseptic

–          Pantau JDL dengan SDP diferensial dan jumlah granulosit dan trombosit sesuai indikasi.

–          Berikan antibiotic sesuai indikasi

 

–          Lindungi pasien dari sumber-sumber infeksi, seperti pengunjung staf yang mengalami ISK

 

 

 

–          Membantu potensial sumber indikasi dan pertumbuhan sekunder

–          Peningkatan suhu terjadi ( bila tidak tertutup oleh obat kortikosteroid atau ant-inflamasi ), karena sebagai faktor mis ; efek samping kemoterapi, proses penyakit atau infeksi. Indetifikasi dini proeses infeksi memungkinkan terapi yang tetap untuk dimulai dengan segera.

–          Pengenalan dini dan intervensi segera dan dapat mencegah progresi pada situasi atau sepsis yang lebih serius.

–          Menurunkan tekanan dan iritasi pada jaringan dan mencegah kerusakan kulit ( sisi potensial untuk pertumbuhan ).

 

–          Terjadinya stomatitis meninggkatkan resiko infeksi atau pertumbuhan sekunder.

–          Membatasi keletihan, mendorong gerakan yang cukup untuk mencegah komplikasi stasis mis; pneumonia,decubitus, dan pembentukan trombosit.

–          Menurunkan resiko kontaminasi, membatasi entri portal terhadap agen infeksius.

–          Aktivitas sumsum tulang dihambat oleh efek kemotrafi trauma status penyakit atau terapi radiasi.

 

–          Mungkin digunakan untuk mengidentifikasi infeksi.

 

 

 

CATATAN KEPERAWATAN

NO DXIMPLEMENTASI
1

 

–          Menentukan riwayat nyeri, mis ; lokasi nyeri, frekuensi,durasi, dan intensitas serta tindakan oenghilang nyeri

RH :

–          klien mengatakan nyeri diabdomen

–          skala nyeri 6 , durasi 10 mnt

–          mengevaluasi atau menyadari terapi tertentu mis ; pembedahan radiasi, kemoterapi, ajarkan pasien atau org terdekat apa yang diharapkan

RH :

–   agar klien nyaman dalam bergerak

–    mendorong keterampilan teknik manajemen nyeri

RH :

–          agar nyeri klien dapat berkurang

 

2–          meningkatkan prosedur mencuci tangan yang baik dengan pengunjung

RH : agar pasien terlindung dari sumber-sumber infeksi

–          menekankan personal higien oral

RH :

– agar pasien tidak terkena infeksi

–    Memantau suhu

RH : melihat perkembangan suhu badan klien naik atau turun

 

 

CATATAN PERKEMBANGAN

TGL/HARIEVALUASI
30-12-13S : klien masih nyeri

O: klien masih tampak gelisah

TD : 137/66 mmHg

N : 82 x/mnt

RR : 20x/mnt

S : 36 C

A : nyeri belum teratasi

P : lanjut intervensi dan pemberian obat

31-12-13S : –

O: leukosit 6,4 ribu/ul

HB : 10,4 g/dl

Masih adanya luka

Luka masih kemerahan

Masih tampak drainase

A : resiko infeksi teratasi

P : lanjut intervensi ganti balutan secara teratur

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Kanker buli – buli adalah kanker yang mengenai organ buli – buli (kandung kemih). Buli – buli adalah organ yang berfungsi untuk menampung air kemih yang berasal dari ginjal. Jika buli – buli telah penuh maka maka air kemih akan dikeluarkan.

Carcinoma buli adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih yang akan terjadi gross hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah terus

  1. Saran

Sehat merupakan sebuah keadaan yang sangat berharga, sebab dengan kondisi fisik yang sehat seseorang mampu menjalankan aktifitas sehari-harinya tanpa mengalami hambatan. Maka menjaga kesehatan seluruh organ yang berada didalam tubuh menjadi sangat penting mengingat betapa berpengaruhnya sistem organ tersebut terhadap kelangsungan hidup serta aktifitas seseorang.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Carpenito, Lynda Juall. (1999). Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Edisi 2.(terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarata.

Carpenito, Lynda Juall. (2000.). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. (terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. (terjemahan). Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Engram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Volume 2, (terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Junadi, Purnawan. (1982). Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan). Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.

http://www.kapukonline.com/2010/05/askepcacancertumorcarsinomabuli.html

http://www.banjaristi.web.id/2012/04/kanker-buli-buli-kandung-kemih.html

Sharing is caring!