perawatan pasien sirosis hati
perbedaan hati sehat dengan sirosis image : kondisiumum.com

Pengertian dan Cara Perawatan Pasien Sirosis Hati

Posted on

Sharing is caring!

Pengertian dan Cara Perawatan Pasien Sirosis Hati

perawatan pasien sirosis
image : emingko.com

Pengertian dan Cara Perawatan Pasien Sirosis Hati – Sirosis hati merupakan keadaan penyakit yang sudah berlanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu yang diakibatkan oleh banyaknya jaringan ikat didalam hati.

Sirosis hati disebabkan oleh virus hepatitis B dan C yang sudah berkelanjutan karena alcohol dan gizi yang buruk yang menyebabkan sumbatana pada saluran empedu. Sirosis sendiri tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi tingkat komplikasi.

 

Baca Juga : Mengenal Jenis – Jenis Hepatitis

 

Gejala dan tanda klinis sirosis hati

perawatan pasien sirosis hati
perbedaan hati sehat dengan sirosis
image : kondisiumum.com
  • Gejala

Gejala sirosis hati mirip dengan hepatitis, karena terjadi sama- sama di liver yang mulai rusak fungsinya, yaitu :  kelelahan, hilang nafsu makan, mual – mual, badan lemah, kehilangan berat badan, nyeri lambung dan munculnya jaringa darah mirip laba-laba dikulit.

  • Tanda klinis

Tanda-tanda klinik yang dapat terjadi yaitu :

Adanya icterus ( penguningan ) pada penderita sirosis

Timbulnya icterus ( penguningan menandakan bahwa seseorang tersebut sedang menderita penyakit hati. Penguningan yang terjadi pada mata dan kulit terjadi ketika liver sakit dan tidak  bisa menyerap bilirubin. Icterus dapat menjadi petunjuk beratnya kerusakan sel hati.

 

Timbulnya acites dan edema pada penderita sirosis

Ketika liver kehilangan kemampuannya membuat protein albumin, air menumpuk paa kaki (edema) dan abdomen (asites). Asites  disebabkan oleh peningkatan tekanan hidrostatik pada kapiler usus dan edema umumnya disebabkan oleh kurangnya albumin dan retensi garam dan air.

 

Hati yang membesar

Pembesaran hati dapat keatas dan mendesak diafragma dankebawah. Hati membesar sekitar 2-3 cm, dengan konsistensi lembek dan menimbulkan rasa nyeri bila ditekan.

 

Hipertensi portal

Hipertensi portal adalah peningkatan tekanan darah vena portal yang menetap diatas nilai normal. Penyebab hipertensi portal adalah peningkatan retensi terhaap aliran darah melalui hati.

 

Baca Juga : Mengenal Jenis – Jenis Hepatitis

 

Komplikasi Sirosis Hati

 

  • Perdarahan

Penyebab saluran cerna yang paling sering dan berbahaya pada sirosis hati adalah perdarahan akibat pecahnya varises esophagus.  Perdarahan yang ditimbulkan ialah muntah darah dan hematemesis, biasanya mendadak tanpa didahului rasa nyeri. Darah yang keluar berwarna kehitam- hitaman dan tidak akan membeku karena sudah bercampur dengan asam lambung . penyebab lain adalah tukak lambung dan tukak duodeni.

 

  • Koma hepatikum

Timbulnya koma hepatikum akibat dari faal yang sudah sangat rusak  sehingga hati tidak dapat melakukan fungsinya sama sekali. Koma hepatikum mempunyai gejala karakteristik yaitu hilangnya kesadran penderita.

 

Bial sudah dapat ditentukan diagnose sirosis hati secra klinis, maka langkah yang diperlukan lebih lanjut adalah pemberian terapi untuk memberikan terapi yang tepat, perlu ditinjau berat ringannya kegagalan faal hati . etiologi sirosis mempengaruhi penanganan sirosis  terapi yang ditunjukan mengurangi progresi penyakit ,menghindari bahan- bahan yang bisa memambah kerusakan hati, pencegahan dan penanganan komplikasi.

Setelah sirosi berkembang, skrining tahunan harus dilakukan untuk mengikuti risiko perdarahan dengan endoskopi atas dan untuk deteksi dini kanker hati dengan usg.

 

Perawatan Pasien Sirosis Hati

Berikut ini kami memberikan tips kepada anda untuk memberikan perawatan pasien sirosis, semoga bermanfaat :

  1. Lakukan managemen nyeri,

  • Malakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi , frekuensi , kualitas dan factor pencetus nyeri
  • Mengobservasi reaksi non verbal dari ketidaknyaman
  • Memberikan analgetik untuk mengurangi nyeri
  • Kolaborasi dengan dokter jika da keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil.
  1. Lakukan nutrisi managemen

  • Mengkaji adanya alergi makanan atau tidak
  • Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kaloro dan nutrisi yang dibutuhkan oleh pasien,
  • Menganjurkan pasien untuk meningkatkan intake fe, protein dan vitamin c
  • Memberikan informasi tentang jumlah gizi yang dibutuhkan

 

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *