perawatan pasien stroke di rumah

Perawatan Pasien Stroke di Rumah – Hallo Nurse

Posted on

Sharing is caring!

Proses Perawatan Pasien Stroke di Rumah

 

Saat ini stroke merupakan suatu penyakit yang sangat sering terjai salah dan banyak sekali angka kejadiannya. Stroke merupakan suatu gangguan sirkulasi intraserebral yang di sebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, thrombosis, emboli atau pendarahan yang di akibatkan dari kurangnya suplay oksigen  kedalam otak .

Memberikan Perawatan Pasien Stroke di rumah dibutuhkan peran dari seorang perawat yang sudah memahami dan mengerti akan prosedur keperawatan yang akan dijalankan. Jika anda belum memahami cari perawatannya, ada baiknya anda memahami tanda – tanda dan gejala stroke terlebih dahulu.

 

Tanda Dan Gejala Stroke

Tanda dan gejala stroke sendiri itu tergantung pada luas dan lokasi yang di pengaruhinya  yang banyak sering terjadi adalah paralisis pada wajah, gangguan snsorik, paralisis dari telapak kaki dan tungkai, gangguan dalam berjalan, hilangnya sensasi paa wajah.

Penatalaksanaan medis yang dilakukan pada pasien stroke antra lain : pemberian terapi antikoagulan  terapi antikoagulan pada klien dengan riwayat ulkus, uremia dan kegagalan hepar , pemberian phenytoin yang di gunakan untuk mencegah kejang , terapi aspirin yang berfungsi untuk mengahancurkan trombotik dan emboli juga sangat sering diberikan paa seseorang yang menderita stroke.

 

Perawatan Pasien Stroke Di Rumah

 

Tindakan perawatan pasien stroke yang dilakukan saat di rumah yaitu dengan mengobservasi status neurologi klien meliputi status mental, pupil , gerakan mata, fungsi sensorik, respon verbal setiap 1-4 jam hal ini berguna untuk meneteksi perubahan- perubahan yang berindikasi paa gangguan fungsi serebral, selain itu monitor tanda tanda vital setiap 1-4 jam yang harus di perhatikan, pemberian obat antihipertensi dan memantau pengaruh obat tersebut.

Mempertahan kan jalan napas yang adekuat dengan meningkatkan aliran vena ari otak dengan cara meningggikan kepala elevasi kepala, pengamanan tepat tidur jangan sampai pasien jatuh, memberikan waktu pasien untuk istirahat  beberapa tindakan diatas bertujuan untuk mencegah bketidak adekuatan suplai darah serebral yang dapat meningkatkan tekanan intracranial dan menurunkan oksigenasi jika terjadi hal tersebut bisa dilakukan bebrapa tindakan di atas.

Jika pasien mengalami oksigenasi dan pola napas tiak efektif  hal perlu dilakukan adalah mempertahan kan patensi jalan napas dengan ventilasi paru yang adekuat  dengan cara mengobservasi kemampuan klien untuk mempertahan kan jalan napas yang terbuka dengan menjaaga jalan napas dengan memberikan posisi semi fowler dan penghisapan sekresi, monitor frekuansi pernapasan , irama dan kedalaman napas 1-4 jam , menganjutrkan untuk napas dalam dan batuk efktif setiap 2-4 jam hal ini tentu berguna untuk mengeluarkan sekresi yang dapat menutup jalan naps jika tidak dikeluarkan.

Mengobsivasi jumlah, warna dan konsisitensi sekresi dikeluarkan hal ini bertujuan untuk penunjang Pemeriksaan yang bertujuan untuk penambahan terapi jika dibutuhkan.memonitor ventilasi jika sesak segera berikan oksigen  dengan cara mengobservasi tanda- tanda hipoksia.

Gangguan yang sering terjadi berhubungan dengan mobilitas fisisk klien tindakan yang harus di lakukan antara lain dnegan mengobservasi fungsi motoric klien, sensasi dan juga reflek pada seluruh ekstremitas untuk menetapkan keterbatasan fisik klien, mempertahankan sikap tubuh yang yang terapeutik yang meliputi kepala, bahu, dan sendi punggung pada mattres dari tempat tidur, pemberian latihan pergerakan fisik ROM  setiap 2-4 jam yang bertujuan u tuk menjaga otot dari spasme atau bisa melakukan kolaborasi tindakan dengam tim fisioterapi hal ini bertujuan untuk mempertahan kan kekuatan otot klien agar terhindar ari komplikasi immobilisasi.

Selain gangguan gerak fisisk hal yang sering terjadi adalah gangguan untuk mempertahan nutrisi  jiak itu trejadi yang harus dilakukan adalah dengan mengobservasi gangguan reflek menelan ada atau tidaknya paralisi wajah untuk menetapkan kemampuan fungsional klien untuk makan, memberikan terapi makanana nasogatric dan minum jika di butuhkan atau dengan melakukan kolaborasi dengan ahli gizi.

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *