SOP Mengukur Tekanan Darah Dan Pemeriksaan Tanda – Tanda Vital

Posted on

Sharing is caring!

SOP Mengukur Tekanan Darah Dan Pemeriksaan Tanda – Tanda Vital

sop mengukur tekanan darah

Team hallo nurse akan menjelaskan bagaimana tata cara dan standard operasional prosedur mengukur tekanan darah kepada pasien yang baik dan benar. Cara seperti ini bisa anda lakukan pada saat membutuhkan informasi mengenai tekanan darah dari pasien.

Kali ini kami akan menjelaskan langkah – langkahnya dengan metode menggunakan tensi meter jenis air raksa. Dimana yang sudah kita ketahuo bersama bahwa tekanan bawah normal berkisar antara 120 / 80 mmHg.

 

Defenisi

Mengukur tekanan darah melakui permukaan dinding arteri

 

Tujuan

Mengetahui tekanan darah pasien

 

Prinsip

Memperhatikan respon pasien, tidak melelahkan pasien dan menjaga privasi pasien

 

Alat

  1. Tensimeter
  2. Stetoskop
  3. Buku catatan

 

Baca Juga : SOP Memandikan Pasien

Baja Juga : SOP Mengukur Suhu Tubuh

Baja Juga : SOP Menghitung Denyut Nadi

 

SOP Mengukur Tekanan Darah Dan Pemeriksaan Tanda – Tanda Vital

Tindakan

 

  • Memberikan penjelasan kepada pasien tentang hal – hal yang akan dilakukan
  • Mengucapkan salam kepada pasien
  • Melakukan validasi atau evaluasi
  • Melakukan kontrak waktu, tempat dan topic
  • Menjelaskan langkah – langkah tindakan
  • Mencuci tangan
  • Mencuci alat – alat
  • Lengan baju dibuka atau digulung
  • Manset tensimeter dipasang pada lengan atas ( diatas permukaan arteri brakhialis ) dengan pipa karetnya berada di sisi luar lengan )
  • Manset dipasang tidak terlalu kuat atau terlalu longgar
  • Pompa tensimeter di pasang
  • Denyut arteri brachialis diraba, lalu stetoskop ditempatkan pada daerah tersebut
  • Sekrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka. Selanjutnya balon di pompa sampai denyut arteri tidak terdengar lagi dan air raksa didalam pipa gelas naik
  • Sekrup balon di buka perlahan – lahan, sahingga air raksa turun perlahan – lahan, sambil memperhatikan turunnya air raksa, dengarkan bunyi denyutan pertaman.
  • Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan pertama disebut tekanan sistole, misalnya 120 mmHg
  • Dengarkan terus sampai denyutan yang terakhir. Skala permukaan air raksan pada waktu denyutan terakhir. Skala permukaan air raksa pada waktu denyutan terakhir disebut diastole.
  • Lepaskan manset dari lengan pasien.
  • Tutup parameter, sebelumnya masukan air raksa kedalam reservoarnya, manset dan balon disusun pada tempatnya untuk mencegah pecahnya tabung air raksa
  • Mengevaluasi respon pasien
  • Merencanakan tindakan lanjutan
  • Melakukan kontrak yang akan datang
  • Melakukan dokumentasi tindakan dan hasil

 

Dokumentasi

Hasil pemeriksaan fisik dalam formuir pengkajian pasien

 

Sharing is caring!